Dalam dunia medis, klasifikasi penyakit sangat penting untuk memahami cara kerja tubuh manusia. Begitu pula dengan diabetes, yang bukan merupakan kondisi tunggal, melainkan sebuah spektrum gangguan metabolik. Secara umum, masyarakat mengenal tipe 1 dan tipe 2 sebagai klasifikasi utama. Tipe 1 sering kali berkaitan dengan sistem imun tubuh yang secara keliru menargetkan sel-sel penghasil energi di pankreas, biasanya terdeteksi sejak usia muda.
Di sisi lain, tipe 2 memiliki karakteristik yang berbeda, di mana tubuh mengalami hambatan dalam merespons energi secara efisien, sebuah fenomena yang sering disebut sebagai resistensi. Pemahaman mengenai taksonomi ini membantu individu menyadari bahwa meskipun keduanya melibatkan kadar glukosa, akar permasalahannya berada pada mekanisme biokimia yang berbeda. Dengan literasi yang tepat mengenai jenis-jenis diabetes, masyarakat dapat membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan metabolisme melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan biologis masing-masing.
